Inovasi Peguyuban KB Pria Suami Sayang Istri (PESAMI) terinspirasi dari rendahnya partisipasi suami ikut ber-KB. Konsep baru ini lahir dari gagasan yang khas untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia tanpa mengurangi fungsi atau perannya. Inovasi baru ini juga berarti bahwa gagasan ini murni dan belum pernah digunakan. Vasektomi sebagai upaya mewujudkan keluarga berencana (kb) berkeadilan gender. Pendekatan dengan Stakeholder terkait seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, dinas kesehatan, penyuluh KB IBI, IDI dan , TNI.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen untuk meningkatkan kesertaan ber KB pria perlu dilakukan terobosan atau inovasi, hanya perlu ada inovator yang bisa mengemas hal tersebut. Inovator tersebut yaitu dibentuknya Peguyuban KB pria Suami Sayang Istri (Pesami) di setiap desa/kelurahan terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota, Mereka yang ditunjuk menjadi inovator tersebut adalah akseptor KB pria, dengan harapan mereka dalam memberikan konseling dapat berbagi pengalaman, sehingga pada akhirnya rekrutmen akseptor KB Pria vasektomi meningkat.
Inovasi Pesami akan selalu dimonitor dan dievaluasi oleh Dinas pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Musi Banyuasin. Untuk teknis pengawasan internal akan lebih cepat terselesaikan oleh tim satuan tugas di lapangan karena terkait dengan tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
DAMPAK
Inovasi Pesami ini mampu merubah perilaku masyarakat ikut Kb tidak harus istri, ternyata suami juga bisa ber-KB. Pendekatan program KB saat ini tidak hanya fokus pada pengendalian populasi dan penurunan fertilitas saja tetapi juga diarahkan pada pemenuhan hak-hak reproduksi. Partisipasi pria menjadi penting dalam KB dan KR (Kesehatan Reproduksi) karena pria adalah partner dari wanita dalam reproduksi dan seksual, sehingga pria dan wanita harus berbagi tanggung jawab. Program Bangga Kencana merupakan salah satu langkah tepat untuk mendukung peningkatan kesetaraan, khususnya kesetaraan gender dalam kesehatan reproduksi, meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui Program KB dan Kesehatan Reproduksi serta peningkatan partisipasi pria dalam ber-KB dan kesehatan reproduksi.
Didalam inovasi ini dapat dengan mudah dialihkan dengan menerapkan pendekatan kepada masyarakat seperti sosialiasi,eduaksi terhadap masyarakat untuk membuat adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya ikut ber-KB. Lebih lebih suami ikut berpartisipasi ber-KB, Istri ber-KB sudah biasa namun suami yang ber-KB sungguh luar biasa. Inovasi pelayanan publik Pesami berbasis masyarakat ini asli masuk dalam konteks sinergitas dari berbagai sektor dengan tujuan yang sama. Bila inovasi tersebut dipandang baik dalam mengatasi permaslahan yang tidak menimbulkan masalah, bisa jadi di replikasi daerah lain yang mempunyai permasalahan yang sama.
Dalam upaya membentuk inovasi PESAMI dibutuhkan biaya, dan upaya keberlangsungan operasional program. Melalui Inovasi yang Berbasis Masyarakat, kegiatan dilaksanakan melalui Sosialisasi, Edukasi, Koordinasi, Bimtek dan Monitoring evaluasi, dalam menjamin keberlangsungan jalannya inovasi PESAMI . Sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan.
.png)
0 Comments:
Posting Komentar