Ditahun 2017 Jumlah Kematian Ibu Maternal di Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan bulan Desember 2017 mencapai 107 Kasus. Jumlah Kematian Ibu Maternal tertinggi terjadi di Kab. Banyuasin (18 kasus), Kab. OKU Timur (11 kasus), dan Kab. OKU (10 kasus), kemudian diikuti Kab. Musi Banyuasin (9 kasus). Sedangkan jumlah kematian ibu maternal terendah terjadi di Kab OKI, PALI dan Kota Lubuk Linggau masing- masing (2 kasus), diikuti Kota Pagar Alam (1 kasus) dan Kab. OKU Selatan (1 kasus),namun masih perlu perhatian kita karena target tahun 2019 Angka Kematian Ibu 304/100.000 KH.
Di
wilayah kerja UPT Puskesmas Balai Agung tahun 2019 terdapat 5 kasus kematian
Ibu. Karena adanya kasus
kematian Ibu di Kabupaten Musi Banyuasin, maka dibuatlah inovasi “Sali Temannya
Upin”.
Inovasi ‘Sali Temannya Upin” dilaksanakan dengan lima
tahapan sebagai berikut:
- Melakukan pelacakan Ibu hamil baru
- Melaksanakan kelas ibu hamil dengan melibatkan kader
dan perangkat kelurahan/ desa (RT dan RW)
- Melakukan pemantauan/ home visit bagi ibu hamil dengan
faktor resiko dan resiko tinggi
- Melakukan upaya pijat Endorphin disaat persalinan dengan melibatkan
suami ibu dan keluarga.
- Melakukan evaluasi hasil pelaksanaan inovasi menggunakan cheklist/
kuisioner setelah dilakukan pijat Endorphin.
Sisi
Kebaruan/Nilai Tambah Inovasi :
- Peran serta suami dan keluarga dalam kelas ibu hamil
- Adanya tehnik pijat akupresur dan endorphin selama proses persalinan
- Dilakukan kunjungan rumah pada ibu hamil faktor resiko dan resiko tinggi
Inovasi ini berdampak signifikan terutama pada kelompok
ibu bersalin. Dengan inovasi Sali temannya upin dapat menurunkan AKI dan AKB . Pada tahun 2019
ditemukan 4 kasus kematian ibu di wilayah Kerja UPT Puskesmas Balai Agung.
Dengan inovasi “Sali Temannya Upin” pada tahun 2020 dan 2021 tidak ditemukan
kematian ibu di wilayah kerja UPT Puskesmas Balai Agung.
.png)
0 Comments:
Posting Komentar